“kau ajari kami hidup, nak”

menjadi orang tua berarti mengikatkan diri pada kebahagiaan sepanjang hidupnya.Namun juga terikat pada kecemasan sepanjang hayatnya.

memberi yang terbaik justru modal penting dalam menyikapi bagaimana kita mengemban amanah yang diberikan Allah. Anak, dia hanya titipan dan setiap titipan hanya sementara.dia hanya anak panah, demikian kata Khalil Gibran. maka harus dilepaskan setelah dibidik pada tujuam yang tepat.

Itulah cinta kasih kita sebagai orang tua.kita bertugas mengantarkan anak menjadi manusis dewasa yang bertanggung jawab terhadap hidup dan kehidupan

adakalanya terjadi, semangat memberi yang terbaik justru menjadikannya anak miskin jiwa.kendati melimpah harta,anak tidak tumbuh menjadi manusai dewasa yang sesungguhnya.ia justru jadi ‘kerdil’ karena kehilangan keberanian untuk mengarungi hidupnya

kesuksesan orang tua justru ketika berhasil melepas anaknya menjadi manusia mandiri/bukan sebaliknya menjadi lemah,. tidak berdaya dibalik “ketiak”ayah bundanya.

zaman boleh berganti,tren boleh berubah dan tantangan akan semakin banyak kedepannya makin rumit,makin sulit dan bervariasi.satu hal saja yang tidak boleh berganti orang tua selayaknya menanamkan nilai-nilai kemanusiaan. nilai-nilai itu berupa kebaikan-kebaikan yang diajarkan dan mengajarkan kebaikan/ saya percaya bila kita menanamkan benih kebaikan dan kedamaian, maka yang akan kita panen adalah tanaman kebaikan dan kedamaian.kehidupan di dunia membutuhkan kebaikan dan kedamaian.bukan yang lain.dari pada orang tualah semua berawal.mari kita mulainya dengan baik dan damai

(Nakita Desember)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s