50 tips menulis

Pekerjaan menulis dan profesi penulis beragam jenis. Mulai menulis catatan harian atau diary, menulis berita di suratkabar, mengarang cerpen atau novel, mencipta puisi, membuat teks iklan, menulis posting blog, menulis siaran pers, menyusun skripsi, menulis pidato, dan banyak lagi.
Setiap penulis memiliki bakat dan kemampuan dengan kualitas berbeda. Penulis yang baik menulis dengan gayanya sendiri. Untuk menjadi penulis yang baik tidak harus mengecap pendidikan khusus, seperti kursus menulis atau kuliah.
Aku sendiri mampu menulis — soal kualitas, itu nomor sekian bagiku, yang penting kunikmati prosesnya —
Novelis, sastrawan besar, atau jurnalis kenamaan sering mengatakan, “Penulis itu dilahirkan, bukan dibentuk.” Tapi jangan salah paham, bukan berarti kita tidak boleh membentuk diri kita menjadi penulis. Latihan justru sangat perlu. Banyak cara dan media untuk berlatih menulis.
Semua tips berikut adalah pengalamanku pribadi, dan telah kupraktikkan sejak aku masih duduk di bangku SMA. Silakan disimak. Jangan terlalu serius, karena ini bisa juga menggelitik.
B. Tips cara berlatih menjadi penulis
1. Untuk menjadi penulis yang baik, mulailah dulu menjadi pembaca yang baik. Tidak ada ruginya sebentar melihat tulisan pada sobekan koran yang dijadikan bungkus kacang goreng, barulah buang ke tempat sampah.
2. Kalau ada uangmu, sesekali belilah buku tentang menulis.
3. Baca novel Harry Potter, majalah PlayBoy, hingga buku-buku agama.
4. Usahakan minimal sekali seminggu membolak-balik Kamus Besar Bahasa Indonesia. Tak perlu lama-lama, cukup lima menit.
5. Ketika jalanan macet, jangan cuma bengong, perhatikan papan-papan reklame.
6. Baca buku tata-bahasa Indonesia.
7. Belum berani menulis di koran atau blog? Coreti buku diarymu.
8. Miliki Pe-De yang gede. Harus percaya diri, dan katakan pada dirimu sendiri, “Aku ini penulis. Aku mampu menulis.”
9. Jangan pedulikan orang yang mengatakan tulisanmu jelek.
10. Tulis bermacam format artikel: mulai cerpen, opini, feature, esai, bila perlu puisi.
11. Cintai bahasa Indonesia dan bahasa daerahmu lebih tinggi dari kebiasaanmu ngomong kebule-bulean.
12. Tiba-tiba punya kalimat menarik? Ketikkan di ponselmu dan simpan.
13. Jangan buang majalah Tempo yang lama; di sana terdapat banyak kalimat bagus untuk dicontoh atau dipelajari. Aku sendiri selalu membawa-bawa semua koleksi majalahku, baik ketika bertugas di Medan, merantau ke Palembang, dan pulang kampung ke Balige.
14. Lakukan “menulis dalam pikiran”. Biasanya teknik ini kupraktikkan saat aku memegang sebatang rokok dan jongkok di toilet. Banyak artikelku di Blog Berita bermula dari kamar mandi, termasuk yang saat ini sedang kaubaca.
15. Catat setiap kosa-kata baru yang jarang terdengar, sinonim, dan ejaan yang membingungkan — contoh: sekadar, bukan sekedar.
16. untuk berlatih sekadar memperlancar kosa-kata, menulislah di komputermu dengan semuanya huruf kecil. awal kalimat dan nama presiden sby pun tidak perlu memakai huruf besar. namanya juga latihan. kau tidak akan ditangkap polisi karena membuang semua HURUF BESAR.
17. Untuk berlatih lebih serius menyusun kalimat dan paragraf, coba terapkan ini: Lebih banyak titik dalam satu alinea adalah lebih baik ketimbang sedikit titik. Maksudnya, usahakan lebih banyak menulis kalimat pendek daripada kalimat panjang.
18. Bikin blogmu.
19. Latihan menulis opini dengan berkomentar di situs-situs Internet.
20. Tulis satu kalimat, tulis lagi kalimat kedua, rampungkan satu paragraf, tulis lagi alinea kedua, jangan berhenti, jangan dulu membacanya, jangan merevisi, tulis terus….
21. Lakukan revisi setelah draf artikel rampung.
22. Baca drafmu dengan mengeluarkan suara.
23. Menulislah dengan komputer, jangan dengan pena, kecuali dalam kondisi terpaksa.
24. Setelah rampung menulis dan merevisi, endapkan dulu sekitar satu jam atau beberapa hari.
25. Buang sedikitnya 20 persen dari isi draf tulisanmu sebelum diterbitkan di blog atau media lain.
26. Ketika menonton film asing di bioskop atau televisi, simak teks terjemahannya.
27. Simak obrolan penyiar radio Kiss FM Medan atau Prambors Jakarta, jangan cuma dengar.
28. Babat habis kalimat membingungkan, jangan kasih ampun.
29. Pakai kalimat lugas dan tegas. Rumus populer KISS — Keep It Simple and Short.
30. Sesekali boleh menulis kalimat bertele-tele dan memutar, tapi porsinya harus sedikit dan jarang.
31. Jangan mulai artikelmu seperti anak kelas 4 SD belajar mengarang: “Pada suatu hari…, kami pergi ke rumah nenek…, lalu kami memanjat pohon jambu…, lalu adik terjatuh…, lalu dokter memberi obat….” Please, deh, malas membacanya.
32. Tidak ada “tanda titik-titik” lebih dari empat biji. Hanya tiga titik jika ditulis dalam kalimat, dan empat titik bila ditempatkan di akhir kalimat. Horas………. horas…………. horas…….., tulisan seperti ini pernah kubaca di sebuah koran besar terbitan Medan, ditulis oleh seorang wartawan yang katanya senior.
33. Pakai sesedikit mungkin istilah asing. Penulis yang hebat bukanlah karena piawai memamerkan banyak kosa-kata Inggris dan istilah-istilah ilmiah.
34. Kalimat langsung atau kutipan idealnya maksimal 30 persen dari seluruh isi artikel.
35. Waktu paling enak menulis: menjelang tengah malam atau pagi hari sesudah bangun.
36. Biasakan berkhayal, tentang apa saja. Kau harus berani mengkhayalkan dirimu sedang berada di zona perang Afghanistan bersama-sama dengan si seksi Angelina Jolie. Berkhayal akan melahirkan atau mendorong munculnya ide-ide segar untuk tulisanmu.
37. Telusuri halaman Internet untuk membaca artikel dengan beragam topik, jangan melulu cuma nonton film bokep di YouTube atau Daily Motion.
38. Judul artikel adalah penentu apakah orang lain akan terus membaca tulisanmu ataukah beralih ke bacaan lain.
39. Judul harus menarik, tapi jangan menipu. Judul harus mencerminkan topik bahasan. Jangan tulis tajuk, “Bagaimana cara membuat kue enak,” padahal dalam konten kau hanya bercerita tentang bermacam kue lezat yang pernah kaumakan — judul yang tepat adalah, “Inilah kue-kue paling nikmat.”
40. Nikmati proses menulis. Meskipun kau bekerja sebagai redaktur koran atau blogger profesional, tetap saja anggap menulis sebagai hobi, agar dengan demikian kau terus menikmatinya.
41. Menulis berdasarkan suasana hati atau mood. Itu benar. Menulis tidak sama dengan pak polantas yang wajib berdiri mengatur lalu-lintas sekalipun hatinya lagi bersedih.
42. Musuh utama tulisan: jargon-jargon dan kalimat yang membingungkan.
43. Musuh utama penulis: sikap yang terlalu patuh pada orang lain alias penurut, dan sifat membeo.
44. Informasi penting tidak selalu menarik, dan informasi menarik tidak selalu penting. Maka tulislah keduanya, jangan menunggu munculnya topik yang menarik.
45. Tulislah artikel yang renyah. Sebisa mungkin jangan formal, kecuali untuk kasus khusus seperti siaran pers humas atau bahan pidato bosmu.
46. Ceritakan, jangan katakan. Buat pembacamu merasa intim dengan apa yang kautulis.
47. Tulis lebih banyak kalimat aktif daripada kalimat pasif.
48. Manfaatkan tanda baca koma seefektif mungkin. Bila ditempatkan dengan benar, koma bisa membuat artikelmu lebih bermakna. Bila sebaliknya, tanda koma justru membuat pembaca keliru menafsirkan tulisanmu.
49. Jangan jadi plagiator. Jangan menjiplak dengan cara mencuri. Bila kau harus mengutip atau meniru artikel dari sumber lain, sebutkanlah dari mana kau mengambilnya. Kredibilitas penulis pertama-tama dinilai dari kejujurannya, bukan dari kualitas artikelnya.
50.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s